Ada satu keluarga, yang pernah saya tinggalkan
Padahal, perjuangan saya agar diterima di keluarga itu luar biasa beratnya. Luar biasa banyaknya pengorbanan saya.
Dan tepat setelah saya diterima, saya malah meninggalkan keluarga itu.
Keputusan itu saya ambil, dengan pertimbangan yang lama dan panjang
Dan itu bukan keputusan berdasarkan emosi.
Saya tahu saya menyayangi mereka, walau mereka gak pernah tahu, tidak pernah melihat buktinya.
Tapi saya juga tahu konsekuensinya jika saya tidak meninggalkan mereka
Jadi, keputusan sudah saya ambil dan sudah terealisasikan sejak lama.
Konsekuensinya pun sudah saya terima.
Saya tidak menyesal.
Tapi, hari ini, saya kangen. Saya kangen mereka. Walaupun saya tidak berhak.
As you know it, my little family,
I miss you all.
And again, I am sorry.

the image is:
my uncle, sitting on a coach, and his second son laying on his lap, while my auntie sitting beside him, reading book, and their first son is playing computer in front of them.
I really wish I have camera to take picture of it.
I don’t know why this image become so touching for me tonight, but I feel peace and grateful in my heart while watching them like that.
And I am just happy for their lovely family
:)
Tumblr dan twitter itu memang tempat saya nyampah
Tempat ngomongin soal hati.
Nah kalo yang satu lagi tempat logisnya saya.
Nyeh. ribet.
iya emang ribet.
Ribet dan lama. *sigh*
Dulu, ada cerita tentang 2 orang
Kemudian, mereka berpencar dan berjalan sendiri-sendiri
Yang satu segera menemukan teman berjalan yang lain
yang satu tertatih-tatih cukup lama
Sampai akhirnya berjalan sendiri bukanlah sesuatu yang berat lagi
Berjalan sendiri menjadi sesuatu yang dinikmati
Berjalan sendiri justru menjadi comfort zone itu sendiri
Dia berhasil berjalan tegap, sendiri namun mantap
Dan tidak pernah berharap ditemani lagi
Dan suatu hari
seorang pengembara mendatanginya
mengajaknya berbicara, mengajaknya tertawa
Mengingatkannya lagi indahnya ditemani
Ada saat di mana dia berpikir,
Senangnya jika ditemani sang pengembara
Hanya saja, dia masih menikmati kesendiriannya, dan tidak ingin sakit lagi
Yang mana dia tahu, akan butuh waktu lama lagi untuk tegap lagi
Andai sang pengembara tidak pernah datang, pikirnya
Rasa nyaman dalam kesendirianya itu berubah lagi
Ingat rasanya, jadi merindukannya
Sayang, sang pengembara harus pergi, dan dia tidak berjanji apakah akan kembali
Udah lama ga numblr, hal pertama yang pengen saya tulis adalah kabar baik dong.
Alhamdulillah, saya diterima di ITB.
Alhamdulillah sekali. ga sia-sia banget perjuangan selama ini. hehehehe
Dan minggu depan, saya mau backpacking sendiri ke Jogja. Doain bisa pulang dalam keadaan selamat sehat walafiat ya. hehe. :)
This is the time of my life.
I couldn’t get any luckier.
:)
and why is hearing your voice makes everything feels good?
and why is hearing your voice forces my lips to make a smile?
8.3.1
gue kadang-kadang ga ngerti sama proses hati gue bekerja.
Seena-enaknya banget.
kemaren suka hari ini ngga.
kemaren ngga sekarang suka.
Besok bakal gimana juga gue gatau. hm.
it’s something that my logic can’t control
ga percaya rasanya.
yang ditunggu-tunggu dari Agustus, yang bikin gue banting tulang, sakit, nangis, ngorbanin jauh dari temen-temen, udah selesai. udah beres.
I did my best. And let The God do the rest.
gue males lah ya ngungkit-ngungkit detailnya, but it feel good when it finished.
beban gue rasanya keangkat 100 ton. Wow. Gue udah ga usah belajar-belajar lagi! tinggal nunggu pengumuman. Dan semoga menggembirakan. :)
Bismillah. doain saya ya